Kamis, 12 Maret 2009

SATELIT NOAA (National Oceanic Atmosferic Administration)

....Mungkin kita sering mendengar kata-kata Satelit, tapi kalau Satelit NOAA!!!!
....Wah Apa'an tuh????


Sistem komunikasi satelit adalah suatu system hubungan komunikasi dengan memanfaatkan satelit sebagai repeater tunggal (pengulang).Salah satu bentuk tuntutan pengguna jasa telekomunikasi adalah bagaimana dapat berkomunikasi dalam jarak yang cukup jauh dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang banyak.


Stasiun bumi NOAA adalah satelit cuaca yang berorbit polar,Satelit NOAA beroperasi di LAPAN, Jakarta mendeteksi seluruh permukaan bumi. Akibatnya sudut putar dan arah orbitnya tidak sama dengan kecepatan dan arah putar bumi.Satelit NOAA (National Oceanic Atmosferic Administration) beroperasi pada ketinggian 850 km diatas permukaan bumi.


Satelit NOAA merupakan satelit cuaca yang berfungsi mengamati lingkungan dan cuaca. Satelit ini dimiliki Departemen Perdagangan Amerika Serikat, diluncurkan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan dioperasikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Sekarang di atmosfer Indonesia melintas setiap hari lima seri NOAA, yaitu NOAA-12, NOAA-14, NOAA-15, NOAA-16 dan NOAA-17. Konfigurasi satelit NOAA disajikan pada Gambar 2.

Gambar 2. Konfigurasi Satelit NOAA (JARS, 1993)


Sensor utama setelit NOAA adalah AVHRR (Advance Very High Resolution Radiometer Model 2) untuk pengamatan lingkungan dan cuaca yang dapat memberikan informasi kelautan, seperti suhu permukaan laut yang berguna dalam mendeteksi keberadaan ikan.


FFPCP pada tahun 1999 telah membuat buku panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang memberikan petunjuk yang rinci tentang prosedur yang diterapkan FFPCP untuk merencanakan, mengambil, mengolah dan menyimpan data dari satelit NOAA.


Data-data tersebut juga dapat di integrasikan ke dalam Sistem Informasi Geographis (GIS) untuk membuat peta kebakaran, pemilahan terhadap vegetasi, dan statistik bio-fisik lainnya. Buku panduan Standar Operasional Prosedur yang terdahulu masih menggunakan sistem pengoperasian yang berbasis pada sistem DOS (Disk Operating System).


Di penghujung tahun 1999 sistem komputerisasi mengalami suatu masalah yang dikenal dengan nama Millenium Bug, hal ini menyebabkan sistem pengoperasian komputer mengalami kesalahan dalam sistem kalender atau penanggalan yang sistem waktunya tidak bisa menyesuaikan dengan waktu yang berlangsung saat itu. Masalah tersebut juga berdampak pada sistem komputer yang digunakan oleh FFPCP untuk menginterpretasikan data citra satelit NOAA.


Dengan adanya masalah tersebut maka FFPCP merasa perlu untuk memperbaharui sistem komputerisasi yang ada, yaitu dengan memperbaharui peralatan komputer berikut dengan piranti lunaknya. Dan oleh karena itu, Standar Operasional Prosedur yang terdahulu tentunya harus pula diperbaharui dengan SOP yang baru sesuai dengan piranti lunak yang digunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar